Tampilkan postingan dengan label BlackBerry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BlackBerry. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Oktober 2011

Tiga seri BlackBerry Torch terbaru

Hmm...Lihat temen lagi ngeblog jadi kepengen ngeblog juga nih...hihihihi


Oke, kali ini kita akan bahas tentang produk terbaru RIM yaitu Blackberry torch terbaru. Produsen BlackBerry, Research in Motion, baru saja memperkenalkan lima produk BlackBerry terbaru. Kelima produk terbaru itu menggunakan sistem operasi BlackBerry OS 7.


Selain sistem operasi OS 7, kelima BlackBerry itu juga akan dilengkapi teknologi NFC (Near Field Communication). Dengan teknologi ini, maka BlackBerry terbaru akan bisa digunakan untuk transaksi elektronik, layaknya fungsi kartu kredit. Fungsi ini sebelumnya telah dimiliki smartphone berbasis Android dan iPhone.

Dari lima BlackBerry, akan ada tiga seri Torch yang diluncurkan, yaitu Torch 9810, Torch 9850, dan Torch 9860. Torch 9810 akan diluncurkan sekitar Agustus di AS. Torch 9860 akan diluncurkan September, sedangkan Torch 9850 setelahnya.

Torch 9810
Sama seperti seri Torch sebelumnya, seri yang juga disebut Torch 2 ini memadukan keyboard qwerty versi slide-down dengan layar touchscreen. Perbedaan signifikan, selain di sistem operasi, terlihat di prosesor dan display.

Torch 9810 menggunakan prosesor dengan kecepatan 1,2 GHz, ini sekitar dua kali lipat dari 624MHz di seri Torch sebelumnya. Sedangkan untuk display, Torch 2 memiliki resolusi 480x640 piksel di layar berukuran 3,2 inches.

Kelebihan lain dari seri sebelumnya, untuk penyimpanan, Torch 2 memiliki memori internal sebesar 8 GB storage dan 768MB RAM. Untuk memori eksternal, terdapat slot microSD hingga 32GB. Torch 2 juga dilengkapi kamera 5 MP, yang bisa merekam video HD (definisi tinggi) 720mp.

Torch 9850 dan Torch 9860
Secara umum, RIM menyediakan fitur dan kemampuan yang sama di Torch 9850 dan 9860. Namun, 9850 akan berada di jaringan GSM, sedangkan 9860 di jaringan CDMA.

Kedua Torch ini memang seakan dibuat untuk menyaingi smartphone berbasis Android dan iPhone, sehingga layar dan grafis pun dibuat optimal dengan Liquid Graphics.

Resolusi kedua seri Torch ini mencapai 480x800 piksel, di layar berukuran 3,7 inches. Namun, ketajaman gambar di tiga Torch ini masih jauh dibanding teknologi Retina Display yang digunakan iPhone 4.

Sama seperti Torch 9810, dua seri Torch ini menggunakan prosesor 1,2 GHz dengan 768MB RAM. Untuk kapasitas penyimpanan, kedua seri Torch ini hanya memiliki memori internal 4 GB, berbeda dengan 8 GB yang ada di Torch 9810. Sedangkan untuk kamera, kedua Torch juga dilengkapi kamera 5 MP, yang bisa merekam video HD 720 piksel.

RIM berharap tiga seri Torch yang akan diluncurkan ini bisa menyelamatkan nyawa BlackBerry di pasar smartphone. Namun, pengamat menilai upaya RIM meluncurkan seri BlackBerry dengan sistem operasi OS 7 sebagai upaya yang tidak akan bertahan lama. Sejumlah analis menyarankan, RIM harusnya meluncurkan produk smartphone yang berbasis sistem operasi QNX, yang baru dibeli RIM dari Harman Internasional tahun lalu.

Sumber : Vivanews.com

Minggu, 02 Oktober 2011

Lagi-lagi petinggi BlackBerry meninggalkan RIM

Dua petinggi yang bertanggungjawab untuk menjalin hubungan dengan para developer serta peluasan bisnis Research In Motion telah meninggalkan perusahaan. Ini merupakan gelombang berikutnya dari rangkaian pengunduran diri yang terjadi di RIM sesuai dengan langkah mereka merampingkan jumlah karyawan.

Dikutip dari Reuters, 30 September 2011, dalam pernyataannya, RIM menyebutkan, Tyler Lessard, Senior Vice President for Global Alliances and Developer Relations ‘pindah untuk mengejar impian lain’.

Sementara itu, sumber lain menyebutkan bahwa Jeff McDowell, Senior Vice President for Platform Marketing and Alliances malah sudah meninggalkan perusahaan sejak dua bulan lalu. Pengunduran diri keduanya pertamakali diungkapkan oleh CrackBerry. Namun RIM hanya mengonfirmasikan kepergian Lessard.

Posisi Lessard sendiri telah digantikan oleh Alec Saunders, yang pernah bekerja untuk QNX Software sebelum QNX dibeli oleh RIM. Seperti diketahui, software buatan QNX memperkuat komputer tablet PlayBook milik RIM dan akan digunakan untuk produk-produk RIM masa depan, disebut sebagai ‘superphone’ dan akan beredar pada 2012.

RIM sendiri telah melepas sejumlah petinggi mereka di divisi developer relations dan marketing dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan Juli lalu, mereka menyebutkan telah memangkas 11 persen jumlah karyawan akibat anjloknya penjualan dan profit perusahaan.

Mike Kirkup, Director of Developer Relations telah mengundurkan diri pada Agustus lalu. Keith Pardy, Head of Marketing, mundur bulan Maret sesaat sebelum peluncuran PlayBook. Dua staf Pardy juga kemudian pindah ke Samsung. Don Morrison, Chief Operating Officer RIM mundur pada Juli lalu setelah mengambil cuti sakit.


sumber : vivanews.com

Kamis, 29 September 2011

Ada Aplikasi Android di BlackBerry Tahun Depan

Ponsel BlackBerry nantinya akan dijalankan di platform RIM bernama QNX, dan platform ini bisa menjalankan aplikasi Android. RIM sebenarnya sudah mengumumkan rencana penawaran “app player” Android ke BlackBerry PlayBook dan kemungkinan besar hal yang sama akan terjadi di ponsel BalckBerry mendatang.
Namun BlackBerry hanya menginginkan aplikasi Android untuk ponsel, tapi bukan aplikasi yang ada di Honeycomb, dimana itu merupakan sistem operasi Android khusus tablet. BalckBerry sudah mengumumkan sejak Maret lalu, namun sampai sekarang masih belum ada rencana pengapalan ponsel BlackBerry berisi aplikasi Android.
Sayangnya BlackBerry tidak akan memberikan akses ke Android Market, dimana semua aplikasi Android ada di sana. RIM memilih untuk menyediakan satu tempat khusus di BlackBerry App World untuk sejumlah aplikasi Android. Ini berarti hanya beberapa pengembang aplikasi Android yang bisa ikut ‘nimbrung’ dalam BlackBerry App World.
RIM juga memperingatkan bahwa aplikasi Android tidak akan berjalan sebaik di ponsel Android. Salah satu CEO Jim Balsille mengungkapkan bahwa ada kemungkinan perbedaan performa di ponsel BlackBerry karena aplikasi Android cenderung lebih berat untuk dijalankan.
Jadi memang benar tahun depan ponsel BlackBerry bisa menjalankan beberapa aplikasi Android, namun kemungkinan besar performanya tidak baik. Namun jika BlackBerry bisa mengubah kinerja aplikasi menjadi lebih baik atau mengubah model distribusi aplikasi, maka rencana BlackBerry untuk meraih pasar lagi mungkin berhasil.

Sumber : http://www.teknopreneur.com